Parotitis Epidemika (Mumps)

Parotitis Epidemika (Mumps)

25 March 2020

Definisi parotitis epidemika

Parotitis epidemika merupakan suatu penyakit infeksi akut serta menular yang disebabkan virus. Virus ini menyerang kelenjar air liur yang ada di mulut dan terutama menyerang kelenjar parotis.

Penyebab parotitis epidemika

Mumps disebabkan oleh paramyxo virus. Virus ini dapat ditularkan melalui percikan ludah baik saat bersin maupun saat batuk oleh penderita atau karena bersentuhan dengan benda-benda yang telah terkontaminasi dengan ludah penderita. Penyakit ini  dapat terjadi pada semua usia tetapi 85% kasus terjadi pada masa anak berusia kurang dari 15 tahun dengan proporsi tertinggi pada usia 5-9 tahun. Virus parotitis masih dapat ditemukan selama 2-6 hari di tenggorokan dan 1-14 hari dapat ditemukan didalam urin, setelah terjadinya pembengkakan kelenjar

Gambaran klinis parotitis epidemika

Masa inkubasi parotitis epidemika berkisar antara 14-24 hari. Masa prodromal (gejala awal) ditandai dengan perasaan lesu, rasa nyeri pada otot terutama otot daerah leher, sakit kepala, nafsu makan menurun, dan diikuti oleh pembesaran cepat satu atau kedua kelenjar parotis serta kelenjar ludah yang lain. Pembesaran kelenjar disertai dengan rasa sakit dan akan membengkak khas mulai dari batas belakang tulang rahang dan tulang mastoid (belakang telinga), kemudian meluas dalam bentuk bulan sabit ke bawah dan depan. Pembengkakan akan mereda perlahan-lahan dalam waktu 3-7 hari, walaupun kadang-kadang berlangsung lebih lama.

Sumber gambar : www.medicastore.com

Diagnosis parotitis epidemika

Diagnosis parotitis dengan mudah ditegakkan dari gejala klinis, tetapi jika manifestasi klinis kurang lazim atau tidak jelas, maka diagnosis dapat diduga terutama selama berlangsungnya suatu epidemi. Pemeriksaan laboratorium tidak ada yang spesifik, dapat dijumpai adanya leukopeni dengan limfositosis relatif. Dapat ditemukan pula kadar amilase serum yang meningkat pada kebanyakan kasus parotitis, serta diagnosis pasti adalah dengan ditemukannya virus atau dengan pemeriksaan serologi, namun pemeriksaan penunjang ini jarang dilakukan.

Tatalaksana parotitis epidemika

Tatalaksana parotitis tidak ada yang bersifat spesifik atau hanya diberikan sesuai gejala. Istirahat baring disesuaikan kebutuhan pasien. makanan disesuaikan kemampuan mengunyah. Apabila didapatkan demam diberikan obat pereda demam yang dapat juga mengurangi rasa nyeri atau tidak nyaman. Kompres pada kelenjar parotis yang membengkak dapat dilakukan untuk memberikan rasa nyaman. Komplikasi pada testis dapat ditemukan pada sebagian pasien parotitis. Apabila didapatkan pembengkakan dibagian testis, maka dianjurkan kepada penderita untuk tirah baring.

Pencegahan parotitis epidemika

Pencegaha aktif adalah dengan memberikan vaksinasi virus parotitis epidemika yang telah dilemahkan. Insiden parotitis epidemika menurun tajam sampai 90% di Amerika serikat setelah dilakukan imunisasi terhadap penyakit ini. Sedian vaksin mumps dikenal sebagai MMR yaitu gabungan mumps-measles-rubella. Vaksin MMR diberikan pada usia 15 bulan dan diulang pada anak ketika usia 5-7 tahun. Parotitis dapat timbul pada anak yang mendapat vaksinasi kira-kira 7-10 hari setelah mendapat vaksinasi. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin dapat berlangsung untuk jangka waktu yang lama. Sampai saat ini prognosis parotitis adalah baik.

Editor : 

dr. Yuanita Dewi Anggriani, Sp.A

Daftar Pustaka :

  1. Red book 2006 : report of the committee on infectious diseases. Elk Grove Village : American Academy of Pediatrics, h. 464-8
  2. Phillips CF. Mumps. Dalam : Behrman RE, Vaughan III VC, nelson WE, penyunting. Textbook of pediatrics. Edisi ke-17. Philadelphia : WB Saunders, 2006, h. 235-9
  3. Gherson AA. Mumps. Krugman. Edisi ke-11. Philadelphia: Mosby, 2004, h. 391-402

Penyakit Paru Obstruktif Kronik: Penyakit Tersering Pada Perokok

22 April 2021

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah gangguan pada paru yang ditandai dengan adanya penyempitan saluran pernapasan akibat zat-zat berbahaya antara lain: asap rokok, gas berbahaya di lingkungan, atau asap lainnya. Mengapa PPOK dapat terjadi, bagaimana gejalanya dan tata laksananya? Yuk simak selengkapnya!

Read more

[Event] Webinar Permata: Strategi Aman Berpuasa pada Pasien Diabetes di Era Pandemi

18 April 2021

Orang dengan diabetes memiliki pengaturan kadar gula darah yang tidak optimal. Saat puasa, kadar gula darah menurun karena kurangnya asupan makanan. Lalu, boleh tidak ya orang dengan diabetes berpuasa? Apa saja yang harus diperhatikan dan bagaimana menjaga tubuh tetap aman saat berpuasa, terutama di era pandemi?

Read more

Apakah Porsi Makanku Cukup atau Berlebih?

15 April 2021

Halo Sahabat Permata! Pola makan yang baik, sehat, dan bergizi seimbang adalah salah satu kunci menjaga daya tahan tubuh kita. Selain mencegah dari penyakit infeksi, makanan bergizi seimbang juga membantu mengoptimalkan tumbuh kembang serta mencegah kita dari penyakit-penyakit tidak menular seperti darah tinggi, penyakit gula, kolesterol, hingga stroke dan kanker. Sayangnya, saat ini dunia kita masih menghadapi masalah ganda terkait gizi, yaitu masih banyaknya kasus overweight (kelebihan berat badan) dan malnutrisi pada saat yang bersamaan. Jadi sebenarnya, bagaimana ya porsi makan yang baik?

Read more