Rahasia ASI Pagi dan Malam: Peran Hormon Kortisol & Melatonin bagi Bayi

09 October 2025

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi, hal ini sudah terbukti sejak lama. Namun tahukah Anda bahwa kandungan ASI berubah sepanjang hari? Salah satu perubahan penting adalah kandungan hormon, terutama kortisol dan melatonin. Keduanya memiliki peran penting dalam mengatur ritme biologis bayi, termasuk waktu bangun dan tidur. Artikel ini akan membahas bagaimana ASI pagi dan malam berbeda, dan apa manfaatnya bagi tumbuh kembang bayi.

Hormon di Dalam ASI: Bukan Sekadar Nutrisi

ASI memang kaya akan zat gizi seperti lemak, protein, dan karbohidrat. Tapi lebih dari itu, ASI juga membawa "pesan biologis" dalam bentuk hormon, termasuk:

  • Kortisol: dikenal sebagai hormon “bangun” atau hormon stres ringan.
  • Melatonin: hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk dan siap tidur.

Tubuh ibu memproduksi hormon-hormon ini sesuai dengan jam biologis (ritme sirkadian), dan uniknya hormon tersebut juga terdapat  dalam ASI.

ASI Pagi: Kandungan Kortisol Tinggi

Penelitian menemukan bahwa ASI yang diproduksi pagi hari juga mengandung kortisol dalam kadar lebih tinggi. Ketika bayi menyusu pada waktu ini, kortisol dalam ASI bisa membantu bayi:

  • Lebih waspada dan aktif.
  • Mulai belajar membedakan waktu siang dan malam.
  • Menyesuaikan pola tidur-bangun secara alami.

ASI Malam: Kandungan Melatonin Tinggi

Sebaliknya, di malam hari, tubuh ibu memproduksi lebih banyak melatonin, yaitu hormon alami yang membuat kita mengantuk, sehingga ketika bayi menyusu di malam hari, ia mendapatkan sinyal biologis yang membantu:

  • Merasa lebih tenang dan rileks.
  • Tidur lebih nyenyak.
  • Mengatur ritme sirkadian sejak dini.

Bayi yang baru lahir belum bisa membedakan siang dan malam. Melalui melatonin di ASI, bayi perlahan-lahan mulai mengenal "jam tidur alami".

Mengapa Ini Penting?

Para peneliti menyebut ASI sebagai “jam biologis cair” karena ia membantu bayi menyusun pola harian secara alami. Bayi yang menyusu langsung dari ibu akan otomatis menerima ASI sesuai waktu tubuh ibu.

Namun, jika Anda memerah ASI dan menyimpannya di kulkas, ada baiknya mencatat waktu pemerahan. Misalnya, beri label “ASI pagi” atau “ASI malam”. Ini penting jika Anda memberikan ASI dengan botol, agar bayi tetap mendapat sinyal hormon sesuai waktunya.

Apa Kata Penelitian?

Penelitian menunjukkan:

Kortisol dalam ASI mencapai puncaknya sekitar pukul 6 pagi, lalu menurun perlahan sepanjang hari. Sedangkan melatonin mulai meningkat saat malam tiba, memuncak sekitar tengah malam, dan hampir tidak ada lagi di pagi hari. Memberikan ASI malam di siang hari (dan sebaliknya) tidak berbahaya, tapi memberikan ASI sesuai waktu asalnya bisa memberi manfaat tambahan bagi pola tidur bayi.

Salah satu studi dari tahun 2023 menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI malam (dengan melatonin tinggi) lebih mudah tertidur dan tidur lebih lama dibandingkan bayi yang mendapat ASI yang diperah pagi hari.

Dapat disimpulkan bahwa yang paling penting Adalah berikan ASI kapan pun bayi membutuhkannya. Tapi dengan sedikit perhatian pada waktu, Anda bisa memberi bonus manfaat hormon alami bagi si kecil.

Referensi

  1. Italianer MF, et al. Circadian variation in human milk composition, a systematic review. Nutrients. 2020;12(8):2328.
  2. Suwaydi MA, et al. Circadian variation in human milk hormones and macronutrients. Nutrients. 2023;15(17):3729.
  3. Woortman MA, et al. Day/night fluctuations of breast milk bioactive factors and microbiome. Front Nutr. 2025;12:1618784.