Seberapa Pentingkah Vaksinasi Itu?

Seberapa Pentingkah Vaksinasi Itu?

06 April 2019

 

Vaksinasi, satu kata yang saat ini tengah menjadi buah bibir di masyarakat. Banyak tersebar berbagai mitos mengenai vaksinasi. Hal ini mengakibatkan banyak orang tua enggan memberikan vaksinasi untuk anak-anaknya sendiri. Padahal vaksinasi sangatlah berguna dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Yuk, simak fakta seputar vaksinasi yang akan dibahas dari sisi kedokteran!

Fakta 1: Istilah vaksinasi berbeda dengan imunisasi.

Imunisasi merupakan proses dalam tubuh agar seseorang memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit. Imunisasi terbagi menjadi aktif dan pasif. Vaksinasi termasuk dalam imunisasi aktif dengan memberikan vaksin melalui disuntikkan maupun diteteskan ke dalam mulut sehingga meningkatkan produksi antibodi untuk melawan penyakit.

Fakta 2: Walaupun penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi sudah tereradikasi di Indonesia, vaksinasi tetap perlu untuk diberikan.

Jika penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi sudah tereradikasi di Indonesia, namun di negara lain agen infeksius penyebab penyakit tersebut masih tetap beredar. Hal ini mengakibatkan vaksinasi tetap dibutuhkan untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita. Dengan vaksinasi, kemungkinan tertular penyakit menjadi lebih kecil dan jika kita terjangkit penyakit tersebut keparahan yang dirasakan lebih ringan dibandingkan orang yang tidak divaksin sama sekali.

Fakta 3: Vaksinasi itu aman, efek samping berat hanya muncul di beberapa orang tertentu saja.

Pada dasarnya, vaksinasi itu aman untuk dilakukan. Efek samping vaksinasi yang dapat muncul bersifat minor dan sementara, misalnya nyeri pada tempat penyuntikan atau demam ringan. Beberapa anak dapat mengalami demam pasca vaksinasi, namun beberapa anak lainnya tidak mengalami demam. Hal yang perlu diperhatikan adalah jika demam sangat tinggi, dapat diberikan obat penurun panas untuk mencegah terjadinya kejang demam, khususnya bagi anak dengan riwayat keluarga kejang demam. Efek samping berat sangat jarang terjadi dan hanya muncul pada orang-orang tertentu saja sehingga perlu dimonitor ketat. Dibandingkan dengan kerugiannya, vaksinasi memiliki lebih banyak keuntungan. Kesakitan maupun kematian juga lebih berisiko terjadi tanpa pemberian vaksin.

Fakta 4: Vaksin kombinasi, seperti DTP (Difteri, Tetanus, Pertusis) lebih aman dan nyaman.

Vaksin yang diberikan terpisah maupun bersamaan memiliki keamanan dan efektivitas yang sama. Vaksin diberikan dalam bentuk kombinasi bertujuan agar bayi semakin sedikit terpapar jarum dan dalam sekali suntik 3 penyakit bisa dicegah. Untuk menumbuhkan rasa nyaman pada bayi pasca penyuntikan, bayi dapat segera dipeluk dan dialihkan perhatiannya oleh orang tua, kemudian diberi susu.

Fakta 5: Vaksinasi tetap harus diberikan pada anak, walaupun teman-temannya sudah diberi vaksin.

Sebagian orang tua beranggapan jika anak di sekitar sudah mendapatkan vaksinasi, maka tidak akan menulari anaknya sendiri sehingga tidak perlu divaksinasi lagi. Padahal penyebaran penyakit dapat terjadi lebih cepat jika anak tidak divaksin. Penyakit tersebut dapat membahayakan anaknya sendiri dan juga menulari anak lain di sekitarnya yang belum divaksin. Anak pun dapat tertular dari orang dewasa yang memunculkan gejala tidak parah, namun jika menular pada anak yang tidak divaksin dapat menjadi lebih parah.

Fakta 6: Vaksin perlu diulang, tidak hanya sekali saja.

Terkadang orang tua meremehkan pengulangan vaksinasi, seperti vaksin DPT hingga anak berusia 10 tahun sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah. Padahal apabila vaksinasi tidak diulang dapat berisiko tinggi terpajan penyakit. Pengulangan tersebut diperlukan karena antibodi anak terhadap penyakit tertentu dapat mengalami penurunan seiring berjalannya waktu sehingga diperlukan perlindungan maksimal melalui vaksinasi.

Ya, itulah beberapa fakta seputar vaksinasi. Masih juga ragu untuk memberikan vaksin bagi anak Anda? Semoga artikel ini dapat meyakinkan Anda betapa pentingnya vaksinasi bagi tubuh ya!

 

Referensi:

  1. Narasumber dr Ackni Hartati, SpA, M.Kes
  2. Editor dr Erina Nindya Lestari
  3. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/seputar-pekan-imunisasi-dunia-2018
  4. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/apa-saja-fakta-dan-mitos-tentang-vaksinasi
  5. http://www.vaccineinformation.org/faqs-common-questions/
  6. https://www.cdc.gov/vaccines/vac-gen/common-faqs.htm
  7. http://www.webmd.com/children/vaccines/tc/immunizations-frequently-asked-questions