Sekali Cuci Darah, Apakah Cuci Darah Seumur Hidup?

12 March 2025

Hemodialisis (HD) merupakan terapi pengganti ginjal yang digunakan pada pasien dengan gagal ginjal kronis atau akut yang mengalami penurunan fungsi ginjal secara signifikan. Durasi hemodialisis bervariasi tergantung pada kondisi klinis pasien, kebutuhan medis, serta respons terhadap terapi.

  1. Durasi Sesi Hemodialisis

Secara umum, setiap sesi hemodialisis berlangsung selama 4 hingga 5 jam, dengan frekuensi 2 hingga 3 kali seminggu. Durasi ini dapat bervariasi berdasarkan kondisi individu pasien, seperti tingkat toksin dalam darah, volume cairan yang perlu dikeluarkan, dan stabilitas hemodinamik pasien

  1. Faktor yang Mempengaruhi Durasi Hemodialisis

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi durasi hemodialisis meliputi:

  • Tingkat fungsi ginjal residual: Pasien dengan sedikit fungsi ginjal yang tersisa mungkin memerlukan sesi dialisis yang lebih pendek
  • Efisiensi dialyzer: Jenis dan ukuran dialyzer yang digunakan dapat mempengaruhi durasi yang dibutuhkan untuk mencapai pembersihan darah yang optimal
  • Volume cairan yang harus dikeluarkan: Pasien dengan kelebihan cairan berlebih mungkin memerlukan sesi lebih lama untuk menghindari hipotensi dan komplikasi lainnya
  1. Durasi Hemodialisis dalam Jangka Panjang

Pada pasien dengan gagal ginjal kronis stadium akhir atau End Stage Renal Disease (ESRD), hemodialisis umumnya dilakukan seumur hidup atau hingga pasien mendapatkan transplantasi ginjal. Dalam beberapa kasus, pasien dengan gagal ginjal akut yang mengalami pemulihan dapat menghentikan hemodialisis setelah fungsi ginjal kembali normal

  1. Alternatif untuk Hemodialisis Konvensional

Beberapa pendekatan alternatif terhadap jadwal standar hemodialisis telah diperkenalkan:

  • Hemodialisis intensif: Dilakukan lebih sering (misalnya, 5-7 kali seminggu) untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi beban per sesi
  • Hemodialisis malam hari (nocturnal dialysis): Sesi dialisis yang lebih panjang (6-8 jam) dilakukan saat pasien tidur untuk memberikan pembersihan yang lebih baik dan meningkatkan hasil klinis

Jika Sahabat Permata memiliki kerabat yang memerlukan tindakan hemodialisa, segera konsultasikan ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Permata Mufidah Grup

Informasi Layanan : https://rspermata.co.id/contact

 

Referensi

  1. National Kidney Foundation. (2020). KDOQI Clinical Practice Guidelines for Hemodialysis Adequacy.
  2. Levin, A., et al. (2017). "Residual Kidney Function in Hemodialysis Patients." Kidney Int.
  3. Tattersall, J. E., et al. (2018). "Dialyzer Membrane Characteristics and Treatment Efficiency." Nephrol Dial Transplant.
  4. Agarwal, R., et al. (2019). "Fluid Management in Hemodialysis Patients." Clin J Am Soc Nephrol.
  5. KDIGO. (2020). "Clinical Practice Guidelines for Chronic Kidney Disease: Evaluation and Management."
  6. Mehta, R. L., et al. (2019). "Acute Kidney Injury and Recovery." N Engl J Med.
  7. Rocco, M. V., et al. (2021). "Frequent Hemodialysis Network Trial: Clinical Outcomes." J Am Soc Nephrol.
  8. Pauly, R. P., et al. (2017). "Nocturnal Hemodialysis and Cardiovascular Outcomes." Kidney Int.