RS PERMATA DEPOK
Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Hasil Kepatuhan Identifikasi Pasien menunjukkan adanya fluktuasi kecil yang terjadi pada satu bulan (Maret), selebihnya stabildi target maksimal.
Hal ini dikarenakan adanya human error dalam pencatatan atau verifikasi identitas yang disusul dengan penguatansosialisasi dan pengingat terkait standar identifikasi pasien. Kejadian tersebut terdeteksi dengan cepat dan dilaporkansehingga adanya umpan balik cepat kepada unit yang ditemukan tidak patuh.

Hasil Kepatuhan Identifikasi Pasien menunjukkan presentase yang telah mencapai target di bulan Jan-Jul 2025
Hal ini dikarenakan Standar jenis APD untuk setiap prosedur sudah tersosialisasi dengan baik di semua unit, ketersediaanAPD di setiap unit memadai, dan pengawasan Rutin oleh Tim PPI memastikan kepatuhan selalu terjaga.

Hasil Kepatuhan Identifikasi Pasien Anak Rawat Inap pada pelayanan prioritas menunjukkan adanya penurunan signifikanpada Maret–April, diikuti pemulihan penuh mulai Mei
Hal ini dikarenakan adanya kendala teknis pada sistem informasi laboratorium yang diikuti dengan Peningkatan kapasitasserver & jaringan untuk menghindari down time saat beban akses tinggi dan pembuatan SOP pelaporan manual hasiltes kritis

Hasil Kepatuhan Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Jatuh Pada Pasien Anak Rawat Inap pada pelayananprioritas menunjukkan presentase yang telah mencapai target di bulan Jan-Jul 2025
Hal ini dikarenakan prosedur assessment risiko jatuh dijalankan saat penerimaan pasien dan diulang sesuaiketentuan. Selain itu, staf menyadari bahwa deteksi dini risiko jatuh dapat mencegah insiden selama perawatan.

Hasil Kepatuhan Jam Visit Dokter Di Rawat Inap mencapai target, namun menunjukkan adanya penurunan di awal tahun,stabil di pertengahan, lalu peningkatan signifikan di akhir periode.
Hal ini dikarenakan jadwal dokter yang padat dan bertabrakan dengan jam praktek di RS lain namun dengan adanyapenguatan monitoring jam visit oleh kepala ruangan dan manajemen dan penerapan reminder harian kepada dokterpenanggung jawab pasien yang menghasilkan peningkatan.

Hasil capaian waktu tunggu rawat jalan < 60 menit periode Januari–Juli konsisten tinggi pada kisaran 97–100%, selalumelampaui target 80%. Meski ada sedikit penurunan di April dan Juli, pelayanan tetap optimal dan menunjukkan alurpelayanan pasien sudah berjalan efektif.

Hasil capaian Kepatuhan penggunaan formularium nasional Januari–Juli berada di tingkat sangat baik (≥97%), konsistenmelampaui target nasional 80%, dengan fluktuasi kecil yang masih dalam batas wajar.

Hasil Kepatuhan Clinical Pathway mencapai target namun menunjukkan presentase dengan fluktuasi yang terlihat pada awal tahun, dan puncak kepatuhan di Mei–Juni. Penuruan di bulan juli dicurigai karena adanya pergantian atau penempatanstaf baru yang belum familiar dengan prosedur, dan periode awal tahun monitoring belum optimal, baru diperkuat pada bulanberikutnya.

Hasil capaian Kecepatan Respon Time Terhadap Komplain Pasien konsisten berada di angka 100% dan selalu melampauitarget 80%. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan komplain pasien dilakukan dengan sangat cepat dan responsif, tanpaadanya penurunan kinerja sepanjang periode.

Hasil Kepuasan Pasien dan Keluarga mencapai target namun menunjukkan terjadi penurunan bertahap selama 3 bulan,kemudian pemulihan dalam 2 bulan terakhir.
Hal ini dikarenakan adanya perbaikan fasilitas yang mengurangi kenyamanan pasien yang disusul dengan implementasitindak lanjut dari survei kepuasan, dengan perbaikan fasilitas dan proses pelayanan.Selain itu, adanya pelatihan kepada stafmengenai komunikasi dan keramahan.

Hasil capaian dari Januari hingga Juli konsisten berada di angka 100% dan selalu melampaui target standar 80%.
Hal ini dikarenakan koordinasi yang efektif oleh tim dokter kandungan, anestesi, bidan, dan perawat yang sudah terlatihbekerja cepat dalam kondisi darurat. Selain itu, ruang operasi dan peralatan selalu dalam keadaan siap pakai, termasuksterilisasi dan ketersediaan instrumen. Setiap kasus darurat dievaluasi untuk memastikan waktu tanggap sesuai target dan mengidentifikasi potensi perbaikan.

Hasil Penundaan Operasi Elektif pada pelayanan prioritas menunjukkan presentase yang telah mencapai target di bulan Jan-Jul 2025
Hal ini dikarenakan koordinasi antara poli, instalasi bedah, dan unit rawat inap berjalan efektif sehingga jadwal operasi realistisdan tidak bentrok. Ditambah dengan pemeriksaan praoperasi dilakukan sesuai jadwal sehingga masalah medis pasien dapatdiatasi sebelum hari H.

Hasil Kepatuhan Kepatuhan Cuci Tangan Petugas mencapai target.
Peningkatan pada Mei–Juni dipicu oleh intervensi seperti edukasi ulang, monitoring ketat, dan pengawasan langsung,sementara penurunan di Juli disebabkan oleh berkurangnya intensitas pengawasan, menurunnya efek edukasi, dan adanyastaf baru yang belum terbiasa dengan SOP.

























































































